unas
pioneering transformation
 
beranda > berita > detail berita
 

Lestarikan Keanekaragaman Hayati di Kota, Fakultas Biologi UNAS dan PBI Gelar Seminar Nasional

Istimewa - 11 Nov 2015, 19:28 WIB
 
   
 
Lestarikan Keanekaragaman Hayati di Kota,
Fakulta
DKI Jakarta memiliki potensi keanekaragaman hayati yang luas. Sayangnya, minimnya RTH dan pembangunan yang gencar menjadi ancaman bagi keanekaragaman hayati di perkotaan.
Siaran Pers No. 17 /MPR/SP/VII/2015
Untuk Diberitakan Segera



JAKARTA (UNAS) - Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Lebih dari 10 % tumbuhan, 12% mamalia, 7,3% reptil, dan 17% burung, di dunia terdapat di Indonesia. Tingginya keanekaragaman ini juga diikuti dengan tingginya ancaman yang mengakibatkan krisis keanekaragaman hayati. Kehilangan habitat menduduki rangking tertinggi sebagai ancaman serius terhadap keberlangsungan hidup keanekaragaman hayati. Selain itu minimnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan hadirnya alien spesies menyumbang 49% sebagai ancaman keanekaragaman hayati di Indonesia khususnya Keanekaragaman Hayati Perkotaan.

"Keanekaragaman hayati bukan warisan nenek moyang tetapi titipan anak cucu bangsa ini. Saat ini kepedulian terhadap keberadaan keanekaragaman hayati terutama di perkotaan sangat menurun. Oleh sebab itu, upaya meningkatkan kepedulian dan upaya pelestarian adalah tugas kita bersama. Perkotaan juga merupakan tempat hidup dari fauna dan flora, yang kini semakin terdesak dengan percepatan pembangunan berupa rumah, gedung dan sarana transportasi. Padahal banyak kehidupan keanekaragaman hayati yang belum terungkap baik potensi dan keragaman jenisnya," ungkap Dr. Tatang Mitra Setia, biolog sekaligus Ketua Pelaksana Seminar Nasional bertajuk Biologi Perkotaan: Biologi untuk kehidupan harmonis manusia dan alam, yang diselenggarakan di Universitas Nasional, Rabu (11/11).

Seminar ini merupakan hasil kerjasama antara Fakultas Biologi Universitas Nasional dengan Perhimpunan Biologi Indonesia Cabang Jakarta yang bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat perkotaan untuk melestarikan keanekaragaman hayati. Hadir sebagai narasumber antara lain Deputi Gubernur DKI Jakarta Prof. Dr. Ir. Sutanto Soehodo; pakar keanekaragaman hayati tanaman obat dari Universitas Nasional, Prof.Dr. Ernawati Sinaga, M.S, Apt dan pakar geografi, Dr. Ir. Tarsoen Waryono, M.Si dari Universitas Indonesia.

Salah satu pembahasan menarik yang didiskusikan dalam seminar ini adalah potensi keanekaragaman hayati di bidang tanaman obat. Prof. Ernawati Sinaga dari Universitas Nasional mengatakan, banyak jenis tanaman obat yang terdapat di Jakarta. "Hasil penelitian yang dilakukan, untuk wilayah Jakarta Selatan saja terdapat sekitar 80 jenis tanaman obat. Seluruh DKI Jakarta saya optimis bisa hingga 200-300 jenis tanaman obat. Tanaman obat sangat multifungsi, ada yang bisa menjadi tanaman hias, rempah-rempah untuk memasak sekaligus menyembuhkan berbagai penyakit," papar Ernawati.

Ia mencontohkan kembang sepatu yang daunnya apabila dihancurkan dapat digunakan untuk meredakan demam. Bunga melati dan mawar, lanjutnya, dapat digunakan sebagai kosmetik serta rempah-rempah seperti Jahe, Temulawak, dan lainnya selain dapat digunakan untuk memasak juga dapat berfungsi sebagai obat untuk batuk atau meningkatkan nafsu makan anak.

Ernawati mendorong masyarakat untuk dapat memanfaatkan lahan rumah untuk menjaga keanekaragaman hayati tanaman obat. "Keanekaragaman hayati apabila dijaga dengan benar, dapat menjadi salah satu solusi untuk penyakit-penyakit yang ada di perkotaan dan membangun keharmonisan antara manusia dan alam. Untuk meningkatkan kepedulian masyarakat, pemerintah harus membangun komunitas-komunitas kecil untuk seperti yang dilakukan di Jepang," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Deputi Gubernur DKI Jakarta, Prof. Dr. Ir. Sutanto Soehodo mengatakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah telah berwawasan lingkungan. Meski demikian, ia mengaku bahwa Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada saat ini memang belum ideal, karena baru mencapai 12-13 % dari angka ideal 30 % dari lahan yang ada. Untuk itu, saat ini pemerintah juga tengah giat untuk membeli lahan untuk dijadikan green space.

Kegiatan ini sangat didukung oleh Universitas Nasional (UNAS). Rektor UNAS, Dr. El Amry Bermawi Putra berharap agar kegiatan ini dapat memiliki kontribusi bagi masyarakat khususnya masyarakat perkotaan. "Semoga dalam pertemuan ini, para biolog dapat saling berbagi pengalaman dan menyebarluaskan informasi biologi untuk kehidupan di perkotaan yang lebih harmonis antara manusia dan alam," paparnya.

---- Selesai -----
Tentang Universitas Nasional
Dapat dilihat dari website berikut : www.unas.ac.id

Tentang Perhimpunan Biologi Indonesia dapat diakses di http://www.biologi.or.id/

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan menghubungi:
Dian Metha Ariyanti
Manajer UPT Marketing & PR
Universitas Nasional
Tlp. 021-7806700
Fx. 021-7802718
Email: metha_mpr@civitas.unas.ac.id
pr@civitas.unas.ac.id
 
 

Berita Lainnya


13/01/2016
Chung Ang University: 5 Tahun Sambangi Unas
05/01/2016
Pengabdian Masyarakat: Pelatihan Pembuatan Tahu Bebas Bahan Pengawet
31/12/2015
Perubahan Struktur Pimpinan Universitas Nasional
22/12/2015
Razia Bersama, Kampus Universitas Nasional Bersih Narkoba
21/12/2015
RAZIA BERSAMA, KAMPUS UNAS BERSIH NARKOBA
30/12/2015
ABANAS Korea Terima Kunjungan Kaya University
15/12/2015
Kosakata Baru Untuk KBBI
11/12/2015
UNAS-UNISZA Kolaborasi Program Sukarelawan
10/12/2015
Bank Mandiri Seleksi Alumni UNAS Jadi Pegawai
10/12/2015
Seminar Peran Multidisiplin Ilmu Untuk Pembangunan Nasional
 
tentang unas
 
jenjang akademik
kemahasiswaan
kerjasama
p2m
 
 
 
Tentang Unas
 
Jenjang Akademik
Fakultas / Akademi
 
Badan / Biro
Kemahasiswaan
 
Layanan
Kerjasama
 
P2M
 
Tautan Lainnya

Find us:
unas
Jl. Sawo Manila, Pejaten
Ps. Minggu Jakarta 12520
 
Telp: (021) 7806700
Faks: (021) 7802718
Email: info@unas.ac.id
 
Soc-med & Feed
 
 
Follow UnasonUnas Google+
Unas on Youtube
 

  best viewed at 1024x768 resolution Design and constructed by BPSI © 2011-2012 Universitas Nasional, all right reserved.