unas
pioneering transformation
 
beranda > berita > detail berita
 

New Hope, New Home untuk spesies Badak Jawa terakhir di Dunia

M. Ismail Adha / Dian Afriliani - 23 Sep 2015, 16:25 WIB
 
   
 
New Hope, New Home untuk spesies Badak Jawa terakh
maka saat ini badak jawa hanya ada di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang berada di ujung barat selatan pulau Jawa.
Semakin sedikitnya kepedulian Generasi Indonesia pada spesies badak jawa yang merupakan hewan sorotan Dunia hanya tinggal berjumlah kurang dari 60 ekor . Untuk itu WWF (World Wide Fund for Nature) dan Universitas Nasional (Unas) Fakultas Biologi (Fabio) menggelar acara World Rhino Day 22 September 2015 di Loop Station jalan mahakam Blok M, Jakarta.

Badak jawa dengan nama latin Rhinoceros sondaicus merupakan spesies badak paling langka diantara lima spesies badak yang ada di dunia dan masuk dalam Daftar Merah Badan Konservasi Dunia IUCN, dikategorikan sangat terancam atau critically endangered, satu tingkat dibawah kepunahan.

Keberadaan badak jawa ada di Taman Nasional Ujung Kulon semenjak sepupu badak jawa terakhir yang ada di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam dikabarkan terbunuh oleh pemburu pada tahun 2010, maka saat ini badak jawa hanya ada di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang berada di ujung barat selatan pulau Jawa.

Badak jawa secara hukum merupakan satwa yang dilindungi di Indonesia. Dilihat dari sejarah pada tahun 1921 berdasarkan rekomendasi dari The Netherlands Indies Society for Protection of Nature, pemerintah Belanda menyatakan habitat badak di Ujung Kulon sebagai kawasan Cagar Alam.

Elfransa sebagai orang pertama WWF menuturkan bahwa badak terancam kritis disebabkan faktor habitat dan mempunyai sifat yang tidak suka kawin. Menyebabkan spesies ini terancam karena jumlahnya semakin sedikit sekitar 200 ekor disepanjang Sumatera sampai Way Kambas, Lampung untuk badak sumatera. Populasi tersebut terpusat di Taman Nasional Aceh.

Drs. Imran S.L. Tobing M.Si. Dekan Fakultas Biologi UNAS mengatakan metode untuk mencari data tentang populasi badak sudah maju dengan menggunakan kamera trap dan video. "Lain halnya metode zaman dulu yang menggunakan jejak dan tanda-tanda di lintasan badak. Semua itu sangat diperlukan sebagai data pendukung untuk mendata jumlah dan populasi badak. Sayangnya, untuk perkembangan si cula satu ini hanya berkembang 9 ekor dalam kurun waktu 60 tahun," ungkap Imran.

Alain Compost seorang Fotografer alam liar yang merupakan salah satu pembicara, sangat tertarik kepada si cula satu ini dimulai di tahun 1978 dan membuatnya datang ke Indonesia untuk mengambil dokumentasi tentang badak jawa tahun 1986 di Cigenter, Ujung Kulon. "Tidak mudah mengikuti badak, harus tidak mandi supaya tidak tercium oleh badak, karena badak mengandalkan indra penciumannya yang lebih sensitif dibandingankan indra penglihatan yang hanya bisa melihat dengan jarak sekitar 2 meter. Dalam jarak tertentu jika ada manusia, badak lebih mengenali baunya dari pada penglihatannya. Untuk mengikuti badak harus diperhatikan arah angin jika tidak maka akan membuat indra penciuman badak lebih sensitif dikarenakan arah angin menuju badak itu dari si pengamat badak yang bau," ujarnya.

Dr. Tatang Mitra Setia selaku Peneliti dan Dosen Fakultas Biologi Unas mengemukakan bahwa faktor habitat dan ancaman menjadi prioritas utama kita semua untuk melindungi badak. "Habitat badak di tengah hutan dan di sekitar pinggiran sungai menjadi prioritas utama karena berfungsi sebagai rumahnya si badak. Area habitat badak tersebut diharapkan mempunyai ukuran yang luas karena badak merupakan fauna yang mempunyai homerange atau wilayah jelajah untuk mencari makan yang jauh dimana berfungsi untuk reproduksi dan menfasilitasi rasa ingin tahu si badak untuk mengenali kawasannya," jelasnya.

Acara World Rhino Day 2015 ini di hadiri banyak peserta dari universitas dan komunitas. Diantaranya Universitas Negri Jakarta, institut Pertanian Bogor, Indonesia Wildlife Photography, Universitas Indonesia, Universitas Islam Assyifi'iyah, Universitas Bunda Mulia dan masyarakat lainnya.
 
 

Berita Lainnya


13/01/2016
Chung Ang University: 5 Tahun Sambangi Unas
05/01/2016
Pengabdian Masyarakat: Pelatihan Pembuatan Tahu Bebas Bahan Pengawet
31/12/2015
Perubahan Struktur Pimpinan Universitas Nasional
22/12/2015
Razia Bersama, Kampus Universitas Nasional Bersih Narkoba
21/12/2015
RAZIA BERSAMA, KAMPUS UNAS BERSIH NARKOBA
30/12/2015
ABANAS Korea Terima Kunjungan Kaya University
15/12/2015
Kosakata Baru Untuk KBBI
11/12/2015
UNAS-UNISZA Kolaborasi Program Sukarelawan
10/12/2015
Bank Mandiri Seleksi Alumni UNAS Jadi Pegawai
10/12/2015
Seminar Peran Multidisiplin Ilmu Untuk Pembangunan Nasional
 
tentang unas
 
jenjang akademik
kemahasiswaan
kerjasama
p2m
 
 
 
Tentang Unas
 
Jenjang Akademik
Fakultas / Akademi
 
Badan / Biro
Kemahasiswaan
 
Layanan
Kerjasama
 
P2M
 
Tautan Lainnya

Find us:
unas
Jl. Sawo Manila, Pejaten
Ps. Minggu Jakarta 12520
 
Telp: (021) 7806700
Faks: (021) 7802718
Email: info@unas.ac.id
 
Soc-med & Feed
 
 
Follow UnasonUnas Google+
Unas on Youtube
 

  best viewed at 1024x768 resolution Design and constructed by BPSI © 2011-2012 Universitas Nasional, all right reserved.